![]() |
| Bupati Bone Hadiri Rakor Percepatan Program Perkebunan 2026 |
KLIKBACA.ID, BONE — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program Kegiatan Direktorat Jenderal Perkebunan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut membahas percepatan pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu dan hilirisasi hasil perkebunan.
Rapat koordinasi berlangsung di Lerang, Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, tepatnya di kediaman Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Surabaya, A. Faizal, SP., M.Si., M.P.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur SDM Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Pangan, perwakilan PTPN, pihak Pabrik Gula Bone, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bone, serta para camat dari wilayah Bone Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas sejumlah program strategis di sektor perkebunan, termasuk percepatan hilirisasi komoditas serta pengembangan tanaman tebu melalui program bongkar ratoon dan perluasan lahan tanam.
Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Surabaya, A. Faizal, menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas tebu dapat dicapai dengan penerapan standar penanaman yang optimal.
“Produktivitas tebu dapat ditingkatkan dengan target penanaman sekitar 60.000 mata tebu per hektare,” ujar Faizal dalam pemaparannya.
Ia menambahkan, program pengembangan tersebut melibatkan berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Sulawesi, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa Kabupaten Bone memiliki potensi besar di sektor perkebunan yang dapat dikembangkan secara optimal di masa mendatang.
“Potensi perkebunan kita sangat besar. Ke depan sektor ini akan menjadi salah satu fokus pengembangan daerah,” kata Andi Asman.
Menurutnya, untuk komoditas pangan seperti padi dan jagung, kondisi produksi di Kabupaten Bone relatif stabil. Meski demikian, pemerintah daerah tetap perlu merespons secara cepat berbagai peluang pengembangan komoditas perkebunan.
“Yang perlu kita pastikan adalah jaminan hasil bagi petani, apakah bisa terserap dengan baik dan harga di pasar juga menguntungkan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan sarana dan prasarana bagi pengembangan sektor perkebunan telah tersedia melalui Kementerian Pertanian.
“Dukungan sarana dan prasarana sudah ada dari Kementerian Pertanian. Yang harus kita siapkan adalah keseriusan dalam membangun kerja sama untuk pengembangan sektor ini,” tambahnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Apalagi di Kabupaten Bone pabriknya dua,” ujar Bupati Bone, menegaskan peluang pengembangan komoditas tebu di daerah tersebut. (SW)
