![]() |
| penyaluran bantuan sembako di Aula Masjid Al Markaz Al Ma’arif |
KLIKBACA.ID, BONE – Kabar gembira akhirnya menghampiri ratusan petugas kebersihan non-paruh waktu di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone. Setelah sempat terombang-ambing akibat kendala administratif, hak mereka kini resmi dibayarkan dengan skema yang melegakan. Tak tanggung-tanggung, upah yang sempat tertunda kini dibayarkan sekaligus dalam bentuk rapel selama empat bulan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, di tengah suasana penuh kehangatan dalam acara penyaluran bantuan sembako di Aula Masjid Al Markaz Al Ma’arif pada Sabtu, 18 April 2026.
Dalam momen tersebut, Andi Akmal menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah tinggal diam melihat kondisi para petugas kebersihan yang menjadi ujung tombak estetika kota.
Ia menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut murni karena kendala teknis, namun solusi cepat telah diambil melalui mekanisme Penyedia Jasa Lainnya Perorangan atau PJLP agar para petugas tidak kehilangan pekerjaan mereka.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata komitmen pemerintah, di mana pembayaran yang semula direncanakan hanya satu bulan justru langsung dirapel untuk menutupi seluruh tunggakan.
Andi Akmal berpesan agar dana tersebut digunakan secara bijak oleh para petugas yang selama ini telah bekerja keras, bahkan sejak dini hari saat warga lainnya masih terlelap. Baginya, peran para petugas kebersihan sangat krusial, terutama dalam menjaga kehormatan daerah melalui raihan penghargaan Adipura.
Selain menerima kepastian gaji, sebanyak 139 paket sembako juga dibagikan kepada para petugas sebagai bentuk apresiasi tambahan. Aksi solidaritas ini merupakan kolaborasi apik antara Pemkab Bone, BAZNAS Kabupaten Bone, dan Pimpinan Surya Indah sebagai muzakki.
Ketua BAZNAS Bone, Zainal Abidin, berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga para petugas serta menjadi bukti nyata bahwa zakat benar-benar hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan tokoh masyarakat ini ditutup dengan pernyataan optimistis dari Wakil Bupati. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan hak-hak para petugas dan memastikan persoalan administratif serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Selama semangat bekerja itu tetap ada, pemerintah berkomitmen untuk selalu hadir memberikan perhatian dan perlindungan bagi para pejuang kebersihan di Bumi Arung Palakka. (**)
