Tuntaskan 39 Paket Irigasi, Pemkab Sinjai Percepat Peningkatan Produksi Pertanian

Iklan

Senin, 25 Mei 2026, 15.33 WIB
Last Updated 2026-05-25T07:33:51Z
AdvertorialIrigasiPemkab Sinjai

Tuntaskan 39 Paket Irigasi, Pemkab Sinjai Percepat Peningkatan Produksi Pertanian

Penyerahan dokumen hasil pekerjaan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWS Pompengan Jeneberang, Hayatuddin Tuasikal, kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, H. Haris Achmad


KLIKBACA.ID, SINJAI – Sinergi lintas sektoral antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Sinjai membuahkan hasil nyata bagi keberlangsungan sektor agraris. Sebanyak 39 paket pekerjaan peningkatan jaringan irigasi yang merupakan bagian dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, kini resmi diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai.


Penyerahan dokumen hasil pekerjaan ini dilakukan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWS Pompengan Jeneberang, Hayatuddin Tuasikal, kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sinjai, H. Haris Achmad, di Kantor BBWS Pompengan Jeneberang, Senin (25/5/2026).


Program Inpres ini bukan sekadar proyek fisik biasa. Program ini merupakan langkah strategis nasional yang difokuskan pada percepatan pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi guna menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.


Di Kabupaten Sinjai, proyek ini menyasar tujuh kecamatan, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meratakan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok daerah. H. Haris Achmad menegaskan bahwa proyek ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab tantangan pengairan yang selama ini menjadi kendala utama petani.


"Pekerjaan ini tersebar di tujuh kecamatan. Dengan selesainya tahap Provisional Hand Over (PHO), seluruh jaringan irigasi kini sudah siap dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang produktivitas lahan pertanian mereka," ungkap Haris usai menerima dokumen tersebut.


Keberadaan 39 jaringan irigasi baru ini diharapkan mampu menjadi 'titik balik' bagi distribusi air ke area persawahan di Sinjai. Dengan sistem irigasi yang lebih terstruktur, risiko kekurangan air di masa tanam dapat diminimalisir, yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen petani.


Namun, Haris juga memberikan catatan penting bahwa infrastruktur tersebut merupakan aset bersama yang harus dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi dari seberapa lama manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.


“Kami berharap seluruh pihak, terutama para petani, dapat bersama-sama menjaga dan memelihara fasilitas ini. Dengan pemeliharaan yang baik, manfaat irigasi ini akan bertahan dalam jangka panjang,” pungkasnya.


Dengan tuntasnya serah terima ini, Kabupaten Sinjai kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam memperkokoh sektor pertanian, sekaligus memberikan harapan baru bagi kesejahteraan para petani di Bumi Panrita Kitta. (Ads)