![]() |
| Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda |
KLIKBACA.ID, SINJAI – Harapan besar diletakkan di pundak seluruh jajaran kesehatan dan pemangku kepentingan di Kabupaten Sinjai. Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, secara resmi menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas untuk bekerja lebih progresif dalam menurunkan angka stunting. Sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kabupaten Sinjai, ia menegaskan bahwa waktu untuk bekerja santai telah habis seiring dengan instruksi langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Bagi Andi Mahyanto, penanganan stunting tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara biasa. Ia pun menyiapkan mekanisme evaluasi berkala bagi setiap kecamatan. Wilayah yang tidak mampu menunjukkan pergerakan positif akan mendapatkan catatan khusus. Baginya, kinerja adalah harga mati, dan ia menuntut langkah nyata dari para kepala puskesmas agar target penurunan stunting benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di pelosok desa.
Gerakan "keroyok stunting" ini pun dijalankan dengan kolaborasi lintas sektor. Wabup meminta keterlibatan aktif Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kepala Desa untuk menjadi garda terdepan di lapangan. Mereka diminta rajin menjemput bola dan membujuk orang tua agar disiplin membawa anak-anak mereka ke Posyandu maupun Puskesmas untuk mendapatkan pemantauan gizi secara rutin.
Tidak hanya soal kesehatan, pendekatan pemenuhan gizi dari sumber lokal pun menjadi fokus utama. Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan diinstruksikan untuk terjun langsung membimbing warga dalam kemandirian pangan. Salah satu program yang kini mulai digalakkan adalah budidaya ayam skala rumah tangga. Dengan memiliki ternak sendiri di pekarangan rumah, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan telur sebagai sumber protein hewani harian secara mandiri dan murah.
Sentuhan perbaikan lingkungan pun tidak luput dari perhatian. Pemkab Sinjai melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) mulai menyisir kawasan kumuh untuk segera direvitalisasi. Sinergi ini bahkan diperluas hingga ke tingkat pusat, di mana Pemkab Sinjai menyatakan siap menjemput bola ke Kementerian Pekerjaan Umum demi mendapatkan dukungan anggaran jika diperlukan.
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata tanggung jawab pemerintah daerah untuk memutus rantai stunting. Dengan kerja kolektif yang agresif, Andi Mahyanto optimistis bahwa Sinjai akan melahirkan generasi masa depan yang tangguh, cerdas, dan berkualitas, sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia Emas 2045. (**)
