Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Praktik Menyikat Gigi yang Benar

Iklan

Minggu, 26 Juli 2026, 10.54 WIB
Last Updated 2026-07-26T02:54:12Z
Mahasiswa KKNUnhas

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Praktik Menyikat Gigi yang Benar

 

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD  Praktik Menyikat Gigi yang Benar


KLIKBACA.ID, SIDENRENG RAPPANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “GEMAS: Gerakan Edukasi dan Praktik Menyikat Gigi yang Benar pada Anak Sekolah” di SD Negeri 2 Lawawoi, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Sabtu (25/7), mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anak usia sekolah mengenai kesehatan gigi dan mulut.


Penanggung jawab program kerja, Andi Syahwa’ Nur Indah Dahlan dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, khususnya melalui penerapan kebiasaan menyikat gigi dengan cara yang benar. Edukasi dan praktik secara langsung diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta membentuk kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa kelas I dan II SD Negeri 2 Lawawoi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.


Materi yang diberikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta cara menyikat gigi yang benar. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan dan berani berpartisipasi selama kegiatan berlangsung.


Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Mahasiswa memperagakan langkah-langkah menyikat gigi secara sistematis, mulai dari bagian gigi yang perlu dibersihkan hingga arah gerakan menyikat gigi yang tepat. Setelah demonstrasi selesai, seluruh peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung cara menyikat gigi dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dicontohkan.


Setelah sesi praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif seputar materi kesehatan gigi dan mulut yang telah disampaikan. Para siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, dan peserta yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan partisipasi mereka selama kegiatan berlangsung.


Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan menyenangkan. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, baik saat menerima edukasi maupun ketika mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar. Melalui metode demonstrasi dan praktik langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.


Salah seorang guru SD Negeri 2 Lawawoi memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting dilakukan karena anak-anak dapat memperoleh pemahaman secara langsung mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut.


“Bagus sekali mahasiswa melaksanakan program kerja di sekolah kami. Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena dapat memberikan edukasi dan pengalaman baru bagi anak-anak,” ungkap salah seorang guru SD Negeri 2 Lawawoi.


Melalui program kerja GEMAS, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat. Edukasi yang diberikan sejak usia dini diharapkan dapat membantu membentuk kebiasaan menyikat gigi yang benar serta meningkatkan kesadaran anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara rutin, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. (**)