Lindungi Siswa dari Risiko Makanan Basi, Disdik Sinjai Bakal Masifkan Edukasi Aturan BGN ke Sekolah

Iklan

Sabtu, 22 Agustus 2026, 20.17 WIB
Last Updated 2026-08-22T12:17:13Z
AdvertorialBGNDisdik SinjaiHeadlineMBG

Lindungi Siswa dari Risiko Makanan Basi, Disdik Sinjai Bakal Masifkan Edukasi Aturan BGN ke Sekolah

Bupati Sinjai didampingi Kadis Pendidikan Sinjai saat memantau penyaluran MBG di Sekolah beberapa Waktu lalu


KLIKBACA.ID, SINJAI – Keberadaan label pada ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar formalitas tempelan kertas. Di balik label tersebut, terdapat informasi krusial mengenai kandungan gizi hingga jam batas aman konsumsi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para siswa.


Guna memastikan setiap anak di Kabupaten Sinjai mengonsumsi makanan yang aman dan bernutrisi, Dinas Pendidikan (Disdik) Sinjai memilih langkah edukatif. Mulai pekan depan, Disdik bakal merangkul pihak sekolah, komite, hingga orang tua murid untuk mengawal ketat aturan Badang Gizi Nasional (BGN) tersebut.


Kepala Dinas Pendidikan Sinjai, Irwan Suaib, menegaskan bahwa pemahaman orang tua dan sekolah sangat penting agar fungsi kontrol di lapangan berjalan alami. Selama ini, sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih kerap keliru dengan hanya menempelkan satu label sampel untuk puluhan ompreng sekaligus.


"Aturannya sudah jelas dari Kepala BGN, tapi di lapangan masih ada yang belum melaksanakan. Padahal label ini berisi batas akhir jam konsumsi dan informasi gizi yang wajib diketahui siswa dan orang tua," ungkap Irwan, Sabtu (22/8/2026).


Melalui agenda sosialisasi pekan depan, Disdik Sinjai ingin mengedukasi masyarakat sekolah bahwa label di setiap ompreng adalah jaminan mutu. Selain mencantumkan batas waktu makan agar anak terhindar dari risiko makanan basi, label tersebut juga memuat larangan membawa pulang menu MBG.


Langkah ini dilakukan untuk mensukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto agar berjalan higienis, tepat sasaran, dan tanpa kendala kesehatan.


"Kita berharap ke depan seluruh SPPG tertib menempelkan menu gizi dan batas waktu konsumsi. Jika sekolah dan orang tua siswa paham tujuannya, mereka bisa ikut mengawasi bersama demi kebaikan anak-anak kita," pungkasnya. (**)