Bangkitkan P2L, KWT Anggrek dan Mahasiswa Unhas Tanam 1.300 Bibit Sayur Berpupuk Organik Mandiri di Bone

Iklan

Selasa, 14 Juli 2026, 22.30 WIB
Last Updated 2026-07-14T14:30:27Z
EdukasiHeadlineKPI UNHAS

Bangkitkan P2L, KWT Anggrek dan Mahasiswa Unhas Tanam 1.300 Bibit Sayur Berpupuk Organik Mandiri di Bone

KWT Anggrek dan Mahasiswa Unhas Tanam 1.300 Bibit Sayur Berpupuk Organik Mandiri di Bone


KLIKBACA.ID, BONE – Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, yang sempat vakum kini kembali menggeliat. Semangat baru ini ditandai dengan aksi kolaboratif Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek bersama mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sukses menanam 1.300 bibit cabai, tomat, dan terong di lahan pekarangan desa pada Selasa (14/7/2026).


Aksi hijau ini merupakan bagian dari program kerja "Desa Berkarya" yang digagas oleh UKM Korps Pencinta Alam (KPI) Unhas. Kegiatan ini juga disinergikan secara apik dengan program "Mannennungeng: Smart Hydro Loop".


Gerakan penanaman ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bone. Ribuan bibit yang ditanam merupakan kontribusi dari dua dinas terkait, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) menyumbang 1.000 bibit, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan menambahkan 300 bibit.


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Barebbo, Kepala Desa Kajaolaliddong, Ketua BPP, Ketua BPD, serta perwakilan kelompok tani. Dari pihak akademisi, hadir Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Direktorat Kemahasiswaan Unhas untuk memberikan dukungan moril.


Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bone, Nurdin, S.P., M.Si., menyatakan apresiasi mendalam atas inisiatif ini.


"Kami sangat mendukung kolaborasi ini. Bibit yang kami berikan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga. Kami juga senang melihat pupuk kompos dari program mahasiswa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Nurdin.


Senada dengan hal tersebut, Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., berharap pemanfaatan lahan seperti ini tidak berhenti di satu titik. "Program ini sangat baik dan kami berharap dapat terus berlanjut di desa-desa lain di Kecamatan Barebbo," ungkapnya.


Keistimewaan dari reaktivasi P2L ini terletak pada aspek keberlanjutannya. Seluruh tanaman dipupuk menggunakan kompos organik hasil dari program Pabbura Mannennungeng yang dijalankan oleh Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas. Pupuk ini diproduksi dengan memanfaatkan dan mengolah limbah pertanian serta peternakan lokal.


Fadel Muhammad S., Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026 yang mewakili program Mannennungeng, menjelaskan bahwa pupuk yang digunakan merupakan hasil dari pelatihan yang sebelumnya telah diberikan kepada warga.


"Kami sangat bersyukur karena pupuk kompos dari program Mannennungeng dapat langsung dimanfaatkan oleh KWT Anggrek. Ini adalah bukti nyata keberlanjutan program pemberdayaan yang kami bangun," jelas Fadel.


Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Kelembagaan Mahasiswa Unhas, Muhammad Irdam Ferdiansah, S.E., M.Acc., Ph.D., Ak., CA., mengaku bangga dengan kontribusi nyata para mahasiswa di lapangan.


"Mahasiswa Unhas tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat. Mereka belajar dari warga, memahami kearifan lokal, dan ikut membangun ketahanan pangan dari tingkat desa. Ini adalah pembelajaran yang sangat berharga," tutur Irdam.


Ketua Tim Desa Berkarya, Muhammad Akbar, mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin erat antara dinas, kampus, dan masyarakat. Ia berharap bibit yang ditanam hari ini bisa memberikan manfaat ekonomi dan pangan yang nyata bagi KWT Anggrek.


Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal desa binaan mereka.


"Kami berharap kegiatan ini menjadi awal kebangkitan program P2L di KWT dan memperkuat kolaborasi antarmahasiswa di desa binaan," kunci Aydil.


Melalui integrasi program Desa Berkarya dan Mannennungeng ini, warga Desa Kajaolaliddong tidak hanya sekadar menerima bantuan bibit, melainkan didorong untuk mandiri dalam mengelola potensi pangan demi kesejahteraan jangka panjang. (Rilis)