Kena 'Prank' Alarm CCTV, Remaja Penggasak Wafer Nabati dan Elpiji di Sinjai Pasrah Diamankan Polisi

Iklan

Selasa, 14 Juli 2026, 23.05 WIB
Last Updated 2026-07-14T15:05:12Z
HeadlineHukrimPolres Sinjai

Kena 'Prank' Alarm CCTV, Remaja Penggasak Wafer Nabati dan Elpiji di Sinjai Pasrah Diamankan Polisi

 

Maling yang diamankan tim resmob Polres Sinjai


KLIKBACA.ID, SINJAI – Bagi kalian yang hobi nonton film aksi bertema pencurian profesional ala Mission: Impossible, mungkin aksi remaja berinisial DS (15) di Sinjai ini bisa jadi pelajaran berharga tentang bagaimana caranya gagal total saat mempraktikkannya di dunia nyata.


DS, seorang pelajar asal Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, terpaksa harus menyudahi karier "kucing-kucingannya" setelah diamankan oleh Tim Resmob Sat Reskrim Polres Sinjai pada Senin (13/7/2026) malam. Alasannya klasik: ia terlalu fokus pada estetika mencuri sampai lupa pada hukum fisika dasar.


Dalam aksi terakhirnya pada Minggu (12/7/2026) dini hari, DS sebenarnya sudah bertindak bak pencuri profesional. Ia menyelinap lewat celah bawah terpal pagar, lalu dengan cerdik mencabut kabel CCTV toko milik tetangganya, Nurwahidah (45). Ia merasa aman karena mengira aksinya tidak akan terekam.


Namun, sepandai-pandainya DS merancang taktik, ia lupa satu hal penting tabung gas melon 3 kg itu berat dan berisik!


Saat hendak membawa kabur barang jarahan, tabung-tabung gas tersebut saling berbenturan dan menimbulkan suara keras. Bunyi "Gubrak!" itu langsung memicu alarm keamanan toko yang terhubung ke pemiliknya. Korban yang terbangun langsung mengecek toko dan mendapati "si melon" sudah melayang digondol pelaku.


Setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sinjai, polisi tidak butuh waktu lama untuk mengendus keberadaan DS. Begitu diinterogasi, terungkaplah rekam jejak kriminal DS di toko yang sama yang ternyata lebih didominasi oleh urusan isi perut ketimbang motif ekonomi kelas kakap.


Melihat daftar barang bukti di atas, netizen mungkin akan sepakat kalau DS ini sebenarnya lebih cocok disebut "maling paket sembako" dibanding penjahat kelas berat.


Beberapa deretan aksi pelaku:

Aksi Pertama (Awal 2026): Pelaku tampaknya sedang lapar berat. Ia menggasak 2 bungkus mi instan, 2 butir telur ayam, 2 bungkus rokok, 3 wafer Nabati, plus uang tunai Rp140.000. Alasannya? Untuk konsumsi pribadi.

Aksi Kedua (Selasa, 7/7/2026): Masih dengan menu yang sama, pelaku kembali mengambil 2 bungkus mi instan dan 2 butir telur. Tampaknya menu mi-telur adalah comfort food bagi pelaku.

Aksi Ketiga (Minggu, 12/7/2026): Kali ini aksinya lebih niat. Pelaku menyelinap lewat celah terpal pagar, lalu sok akrab dengan kamera dengan cara mencabut kabel CCTV. Di aksi ketiga ini, ia sukses membawa kabur 1 tabung gas 3 kg dan 5 bungkus wafer Nabati.


Kasat Reskrim Polres Sinjai, IPTU Dr. Adi Asrul, menjelaskan bahwa pelaku beserta barang bukti satu buah tabung gas melon kini sudah diamankan di Mapolres Sinjai untuk proses hukum lebih lanjut. Penangkapan ini juga merupakan bagian dari komitmen Polres Sinjai dalam menggelar Operasi Pekat guna menyapu bersih penyakit masyarakat.


Polisi juga mengingatkan warga agar tidak meremehkan sistem keamanan rumah. "Pastikan semua pintu terkunci, dan kalau bisa, pasang sensor yang sensitif seperti korban ini. Partisipasi aktif warga sangat membantu kami menjaga kamtibmas," ujar IPTU Adi Asrul.


Sementara untuk DS, tampaknya setelah ini ia harus membiasakan diri dengan menu makanan di dalam sel, yang pastinya tidak se-estetik mi instan plus telur dadar gratisan dari toko tetangga. (**)