![]() |
| Ilustrasi |
KLIKBACA.ID, SINJAI – Isu miring mengenai dugaan penekanan hingga pengarahan suara terhadap tenaga pendidik dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW) Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, akhirnya mendapat bantahan tegas.
Ernawati, salah seorang guru di SD 95 Jatie yang mengantongi hak suara dalam Pilkades PAW tersebut, memastikan bahwa kabar mengenai adanya intervensi atau intimidasi dari pihak mana pun sama sekali tidak benar.
Saat dikonfirmasi, Ernawati menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dihubungi, dipanggil, apalagi diarahkan oleh pejabat mana pun untuk memenangkan salah satu calon kepala desa.
"Saya tidak pernah ketemu dengan Pak Kadis Pendidikan, bagaimana caranya dapat arahan?" tegas Ernawati merespons kabar yang beredar.
Bukan sekadar isu pengarahan secara langsung, Ernawati juga membantah tuduhan mengenai adanya pendataan atau pemetaan pilihan politik para guru di sekolahnya. Ia memastikan tidak ada intimidasi dari Kepala Sekolah, pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, maupun Kepala Dinas Pendidikan Irwan Suaib.
Ia mengonfirmasi bahwa selama proses Pilkades PAW berlangsung, dirinya tidak pernah merasakan kekhawatiran atau tekanan terkait konsekuensi jabatan atas pilihan politiknya. Ernawati juga tidak mengetahui adanya rekan sejawat sesama guru di SD 95 Jatie yang menerima perlakuan demikian.
Untuk mempertegas bantahannya terhadap seluruh tuduhan tersebut, Ernawati memberikan pernyataan singkat namun lugas mengenai isu intervensi di lingkup dinas pendidikan.
"Semua yang ditanyakan di atas jawabannya 'tidak'," tegas Ernawati melalui pesan singkat WhatsApp.
Dengan adanya klarifikasi langsung dari pemilik hak suara, dugaan penekanan dan keterlibatan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai dalam mengarahkan suara guru pada Pilkades PAW Desa Samaturue dipastikan tidak terbukti. (**)
